Ia menjelaskan bahwa proyek strategis ini juga dirancang untuk mengurangi beban Jakarta dan membentuk pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah timur Indonesia.
"Secara teknis, ratusan paket konstruksi tersebut mencakup pembangunan di dalam Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) maupun proyek satelit di luar kawasan, seperti bendungan, intake air minum, jaringan telekomunikasi, hingga konektivitas jalan tol," tutur Danis.
Baca Juga:
Di Balik Temuan 995 Senjata, Ada Hak Siswa atas Sekolah yang Aman
Pada tahap awal, pelaksanaan proyek banyak dijalankan oleh Kementerian Pekerjaan Umum sebelum secara bertahap dialihkan kepada manajemen Otorita IKN.
Fokus utama pembangunan tetap diarahkan pada implementasi smart building dan infrastruktur terpadu yang dirancang untuk menekan jejak karbon.
Dalam forum tersebut, Danis juga menyoroti pentingnya sumber daya manusia yang mampu mengimbangi kecanggihan teknologi konstruksi di IKN.
Baca Juga:
Jual Anjing Kesayangan Demi untuk Makan
Menurutnya, penguasaan teori akademis saja tidak lagi cukup untuk mengelola proyek dengan skala dan kompleksitas sebesar IKN.
Pintar merupakan syarat dasar, tetapi kemampuan tanpa pengalaman lapangan dan integritas berisiko melahirkan kegagalan sistemik.
“Dunia konstruksi masa depan menuntut generasi yang memiliki jejaring luas serta karakter yang tangguh,” cetusnya.