“Semakin mendekati angka 100, maka semakin kecil kesenjangan gender dalam pembangunan. Bahkan, IPG Provinsi Jawa Timur mencapai 92,19, lebih tinggi dari angka nasional. Pun, Ponorogo mencatatkan IPG 94,6 yang melebihi angka provinsi maupun nasional,” kata Menteri PPPA.
Selain IPG, Menteri PPPA juga mengulas capaian Indeks Ketimpangan Gender (IKG) yang menjadi indikator komprehensif dalam menilai kesenjangan antara laki-laki dan perempuan.
Baca Juga:
DPR Soroti Visum Berbayar, Negara Diminta Hadir Lindungi Korban Kekerasan
Indeks ini mencakup tiga dimensi utama, yakni kesehatan reproduksi, pemberdayaan (meliputi pendidikan dan keterwakilan di parlemen), serta partisipasi di pasar tenaga kerja.
Ia menyebutkan bahwa Ponorogo mencatat nilai IKG sebesar 0,161, yang lebih baik dibandingkan rata-rata nasional (0,421) dan Provinsi Jawa Timur (0,347).
Capaian tersebut menunjukkan tingkat kesetaraan gender yang relatif lebih baik di daerah tersebut.
Baca Juga:
Pemerintah Perkuat Narasi Diplomatik Indonesia di Forum Global Terkait Migran
“Semakin rendah angkanya, semakin tinggi kesetaraan gender,” ujar Menteri PPPA.
Meski demikian, perhatian khusus perlu diberikan pada aspek perlindungan anak. Berdasarkan data Indeks Perlindungan Anak (IPA), Ponorogo memperoleh nilai 73,30, yang masih berada di bawah capaian Jawa Timur sebesar 75,62.
Indeks ini mengukur sejauh mana pemenuhan hak dan perlindungan anak dilaksanakan, mencakup lima klaster utama, yaitu hak sipil, lingkungan keluarga, kesehatan, pendidikan, serta perlindungan khusus.