WAHANANEWS.CO, Jakarta – Komisi VIII DPR RI membuka peluang penguatan kerja sama dengan Parlemen Uni Emirat Arab (UEA) dalam upaya mengembangkan moderasi beragama sebagai salah satu fondasi utama untuk menjaga kerukunan, memperkuat toleransi, dan menciptakan perdamaian di tengah masyarakat yang majemuk.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Komisi VIII DPR RI dengan delegasi Parlemen UEA yang dipimpin Ketua Komite Pertahanan, Dalam Negeri, dan Hubungan Luar Negeri Federal National Council (FNC) UEA, Ali Rashid Al Nuaimi, di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Baca Juga:
Mariana Dorong Ciputra Mitra Hospital Perluas Layanan bagi Peserta BPJS Kesehatan
Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang mengatakan kunjungan delegasi Parlemen UEA menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Uni Emirat Arab.
Menurutnya, hubungan yang selama ini terjalin baik di tingkat pemerintah kini juga mulai diperkuat melalui kerja sama antarlembaga legislatif, khususnya antarkomisi yang memiliki ruang lingkup tugas di bidang keagamaan.
"Kita menyambut baik kehadiran Parlemen Uni Emirat Arab. Tentu ini bagian dari mempererat hubungan antara dua negara. Selain hubungan antarpemerintah, hari ini hubungan antarparlemen, khususnya antarkomisi, juga mulai menjalin kerja sama," ujar Marwan dikutip dari situs resmi DPR RI, Selasa (07/06/2026).
Baca Juga:
Baleg DPR Serap Aspirasi di Batam, RUU Penyadapan Disiapkan Atur Kewenangan hingga Mekanisme Penyadapan
Dalam pertemuan tersebut, Komisi VIII DPR RI memperkenalkan berbagai tugas dan fungsi komisi, termasuk perannya dalam membina kehidupan beragama di Indonesia melalui penguatan moderasi beragama atau wasatiyah.
Pendekatan tersebut dinilai menjadi salah satu kunci dalam menjaga keharmonisan masyarakat Indonesia yang terdiri atas beragam suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial.
Marwan menjelaskan bahwa praktik moderasi beragama telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia sehingga mampu mendorong terciptanya sikap saling menghormati serta memperkuat toleransi antarumat beragama.