Keberadaan para imam tersebut dinilai menjadi bukti eratnya hubungan kedua negara, khususnya dalam bidang keagamaan, sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam pengembangan sumber daya manusia keagamaan.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, Parlemen UEA mengundang Komisi VIII DPR RI untuk melakukan kunjungan balasan ke Uni Emirat Arab.
Baca Juga:
Mariana Dorong Ciputra Mitra Hospital Perluas Layanan bagi Peserta BPJS Kesehatan
Kunjungan tersebut diharapkan menjadi kesempatan bagi kedua belah pihak untuk membahas lebih rinci berbagai potensi kerja sama, terutama yang berkaitan dengan penguatan moderasi beragama, pengembangan sumber daya manusia di bidang keagamaan, serta isu-isu strategis lainnya.
Undangan tersebut juga mendapat dukungan dari Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia yang menawarkan ruang dialog lanjutan guna memperkuat hubungan antarparlemen dan memperluas kerja sama kedua negara.
"Mereka mengundang kita untuk hadir di sana, agar kita bisa memperdalam hal-hal apa saja yang dapat dikerjasamakan," ujarnya.
Baca Juga:
Baleg DPR Serap Aspirasi di Batam, RUU Penyadapan Disiapkan Atur Kewenangan hingga Mekanisme Penyadapan
Dalam kesempatan yang sama, kedua delegasi juga saling bertukar pandangan mengenai perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah.
Marwan menegaskan bahwa Indonesia tetap berpegang pada politik luar negeri yang mengedepankan perdamaian, penyelesaian konflik melalui dialog, serta tidak berpihak kepada pihak mana pun dalam menyikapi berbagai dinamika yang terjadi di kawasan tersebut.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.