Hubungan yang terjalin secara terbuka dan konstruktif dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan akademik yang sehat dan produktif.
Selain itu, Ferdiansyah juga menyoroti perkembangan teknologi digital yang semakin masif digunakan dalam dunia pendidikan.
Baca Juga:
Komisi X DPR Dorong Afirmasi Mahasiswa Daerah 3T dalam Sistem SPMB
Meski transformasi digital memberikan banyak kemudahan dalam proses pembelajaran dan administrasi akademik, menurutnya hal tersebut tidak boleh menghilangkan interaksi langsung yang menjadi bagian penting dalam pengalaman belajar mahasiswa.
Ia berpandangan bahwa penerapan sistem pembelajaran berbasis teknologi perlu tetap diimbangi dengan ruang-ruang komunikasi tatap muka yang memungkinkan terjadinya interaksi lebih dekat antara mahasiswa dan pihak kampus.
Dengan demikian, pemanfaatan teknologi dapat berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai humanis dalam pendidikan tinggi.
Baca Juga:
Komisi X DPR Soroti Perlunya Koordinasi Lintas Kementerian dalam Pengelolaan Pendidikan
Lebih lanjut, Ferdiansyah mengaitkan persoalan tersebut dengan kebijakan penerimaan mahasiswa baru yang saat ini tengah menjadi perhatian Komisi X DPR RI.
Menurutnya, setiap upaya meningkatkan kapasitas tampung perguruan tinggi harus disertai perencanaan yang matang terkait kemampuan institusi dalam memberikan layanan pendidikan secara efektif dan berkualitas.
“Jangan hanya berbicara soal menambah kapasitas tampung, tetapi juga harus memperhatikan kemampuan perguruan tinggi dalam memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas kepada mahasiswa,” kata Politisi asal Dapil Jawa Barat XI itu.