WAHANANEWS.CO - Isu kebocoran data pendidikan tinggi mencuat di parlemen ketika Komisi X DPR RI mengingatkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi soal potensi data perguruan tinggi yang diduga diperjualbelikan di dark web.
Peringatan tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat antara Komisi X DPR RI dan Kemendikti Saintek di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/2/2025).
Baca Juga:
Orang Tajir, Negeri Kaya, Koruptor, dan Anak SD di Ngada–NTT: Siapa yang Bertanggung Jawab?
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mengungkap adanya informasi mengenai kebocoran puluhan juta data pendidikan tinggi yang disebut beredar di forum dark web.
“Konon katanya dijualbelikan di forum dark web, ada sudah 58 juta data diperjualbelikan, nah ini kalau PDDIKTI juga seperti itu, ini berbahaya,” kata Fikri.
Fikri mempertanyakan kebenaran informasi tersebut dan berharap isu kebocoran data itu tidak benar terjadi.
Baca Juga:
DPR Selidiki Dugaan Pungutan Rp1,2 Juta di Balik Tragedi Siswa SD NTT
“Atau mudah-mudahan sih ini hoaks ya, mudah-mudahan tidak nyata, tetapi kalau nyata betul dan ini apalagi di pendidikan tinggi, ini berbahaya ini,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal Kemendikti Saintek Togar Mangihut Simatupang mengakui kebocoran data akan berdampak serius dan perlu diantisipasi secara menyeluruh.
“Nah ini sangat berbahaya sekali kalau memang data-data di dalam PDDIKTI mengalami kebocoran, terima kasih Pak, ini akan kami formulasikan,” ucap Togar.
Ia menegaskan pihaknya akan memperkuat sistem keamanan siber guna melindungi data pendidikan tinggi dari potensi peretasan.
“Perlindungan data pribadi dan di sini akan kami sampaikan berkaitan dengan cyber security-nya secara khusus mungkin,” kata Togar.
Togar juga menyinggung bahwa kebocoran data pribadi ke dark web telah terjadi pada berbagai sektor lain di Indonesia.
“Karena betul Pak data itu di dark web itu sudah terjadi, semua data Pak, baik data pajak, data dari identitas lainnya Pak, itu sudah ada di sana Pak,” ujarnya.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]