Di tengah bantahan Istana, isu lain ikut mencuat terkait bursa calon Menteri Luar Negeri yang menyeret nama Budisatrio Djiwandono, keponakan Presiden Prabowo Subianto sekaligus adik Thomas Djiwandono.
Sinyal tersebut pertama kali disampaikan Ketua Komisi I DPR RI Utut Ardianto saat membuka rapat kerja bersama Menteri Pertahanan, Panglima TNI, dan Kepala Badan Intelijen Nasional di DPR RI, Senin (26/1/2026).
Baca Juga:
Reshuffle Kabinet Prabowo Disorot Media China
"Kalau katanya orang sebelah kanan saya, yang dugaan saya sebentar lagi akan di eksekutif: You cannot beat the band with uniform," kata Utut di hadapan peserta rapat.
Menanggapi spekulasi itu, Budisatrio menegaskan dirinya saat ini masih menjalankan tugas sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI.
"Nggak tahu, makanya tanyakan kepada Pak Utut, tugas kita tetap sekarang di Komisi I," tegas Budisatrio kepada wartawan, Selasa (27/1/2026).
Baca Juga:
Menteri Pertahanan Sjafrie Ditunjuk Jadi Menkopolkam Ad Interim, Ini Arahan Prabowo
Di sisi lain, pengamat politik Arifki Chaniago menilai terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI berpotensi menjadi pintu masuk bagi Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan reshuffle kabinet.
"Dalam politik, kursi kosong jarang berhenti sebagai urusan teknis," kata Arifki, Rabu (28/1/2026).
Ia menilai kekosongan jabatan Wakil Menteri Keuangan berada di sektor strategis, sehingga mudah berkembang menjadi sinyal bahwa presiden sedang membaca ulang efektivitas kabinet.