"Ia sering menjadi bola liar yang memicu evaluasi ke pos-pos lain," lanjut Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia tersebut.
Menurut Arifki, kekosongan ini bisa menimbulkan efek domino, bukan berarti reshuffle pasti melebar, tetapi membuka ruang bagi presiden untuk melakukan penyelarasan di kementerian lain.
Baca Juga:
Reshuffle Kabinet Prabowo Disorot Media China
"Kekosongan ini bisa menjadi efek domino," ujarnya.
Ia menegaskan, keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto, apakah akan mengambil langkah minimal atau memanfaatkan momentum untuk penataan yang lebih luas.
"Presiden bisa saja memanfaatkan satu kursi kosong untuk menata ulang lebih dari satu pos," pungkas Arifki.
Baca Juga:
Menteri Pertahanan Sjafrie Ditunjuk Jadi Menkopolkam Ad Interim, Ini Arahan Prabowo
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.