WAHANANEWS.CO, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Moch. Irfan Yusuf, melakukan kunjungan langsung untuk meninjau pelaksanaan Program Makkah Route yang terintegrasi dengan layanan fast track di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Selasa (28/4/2026).
Kunjungan ini bertujuan memastikan kesiapan operasional sekaligus kualitas layanan yang diberikan kepada jemaah haji berjalan optimal sejak dari titik keberangkatan di Tanah Air.
Baca Juga:
40.796 Jemaah Haji Indonesia Telah Berangkat, Pemerintah Perkuat Layanan Kesehatan
Program Makkah Route merupakan terobosan pelayanan yang memungkinkan seluruh proses keimigrasian Arab Saudi diselesaikan lebih awal di bandara keberangkatan di Indonesia.
Melalui mekanisme ini, jemaah haji tidak perlu lagi menjalani pemeriksaan imigrasi setibanya di Bandara Jeddah maupun Madinah.
Hal tersebut membuat proses kedatangan menjadi jauh lebih cepat, efisien, serta mengurangi kelelahan jemaah setelah perjalanan panjang.
Baca Juga:
Hari Keempat Operasional Haji 2026, Lebih dari 15 Ribu Jemaah Indonesia Telah Diberangkatkan
Dalam peninjauan tersebut, Menhaj memberikan apresiasi terhadap implementasi program yang dinilai semakin baik dari waktu ke waktu, terutama dalam memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi jemaah.
“Layanan Makkah Route ini adalah bentuk nyata kolaborasi strategis antara Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi dalam menghadirkan kemudahan bagi jemaah haji. Proses yang terintegrasi sejak dari tanah air ini tidak hanya mempercepat layanan, tetapi juga memberikan kenyamanan dan kepastian bagi jemaah setibanya di Tanah Suci,” ujar Menhaj.
Ia juga menegaskan bahwa kehadiran Program Makkah Route menjadi bagian penting dalam upaya transformasi layanan haji Indonesia yang terus berkembang.
Transformasi ini difokuskan pada peningkatan kualitas layanan secara menyeluruh, mulai dari proses keberangkatan hingga kepulangan jemaah.
“Kami di Kemenhaj berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi layanan yang berorientasi pada kenyamanan, keamanan, dan kepastian bagi jemaah. Makkah Route menjadi salah satu pilar penting dalam upaya tersebut,” lanjutnya.
Selain itu, peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan layanan berjalan sesuai dengan standar operasional yang telah ditetapkan.
Mulai dari pemeriksaan dokumen perjalanan, perekaman data biometrik, hingga kesiapan petugas dalam memberikan pelayanan yang profesional, cepat, dan humanis kepada para jemaah.
Kementerian Haji dan Umrah juga menegaskan bahwa peningkatan mutu pelayanan akan terus menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Hal ini sejalan dengan meningkatnya harapan jemaah terhadap layanan yang semakin praktis, efisien, serta memberikan rasa aman dan nyaman selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]