“Jika dikembangkan secara konsisten, listrik dari sampah bisa menjadi bagian dari ekosistem ekonomi hijau Indonesia. Selain memperbaiki kualitas lingkungan, proyek ini juga dapat membuka lapangan kerja baru, memperkuat industri teknologi lingkungan, serta memperluas portofolio energi nasional yang lebih berkelanjutan,” ujar Tohom.
Ia menegaskan bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran memiliki peluang besar untuk menjadikan sektor energi berbasis pengolahan limbah sebagai salah satu agenda strategis pembangunan nasional, terutama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek lingkungan, ekonomi, dan ketahanan energi.
Baca Juga:
Presiden Dorong Kinerja Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara Makin Optimal
Danantara sebelumnya mengumumkan bahwa Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. terpilih sebagai mitra pengelola fasilitas PSEL Bogor Raya setelah melalui proses seleksi yang melibatkan sejumlah perusahaan internasional berpengalaman.
Perusahaan tersebut diketahui memiliki pengalaman luas dalam desain, investasi, pembangunan, dan operasional fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik, dengan total produksi listrik dari limbah mencapai sekitar 3,85 miliar kWh pada 2023.
[Redaktur: Mega Puspita]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.