WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pemerintah pusat segera mengambil langkah lanjutan atas insiden tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menurunkan tim khusus ke lokasi guna memantau langsung proses penanganan serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan pelayaran wisata.
Baca Juga:
KUHP dan KUHAP Baru Resmi Berlaku 2 Januari 2026, Ini Perubahan Krusialnya
Tim tersebut dipimpin Asisten Deputi Koordinasi Penanganan Konflik dan Keamanan Transportasi Kemenko Polkam, Kombes Pol. Yade Setiawan Ujung.
Kedatangan rombongan pusat diterima Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat di Posko SAR Gabungan Pelabuhan Waterfront Marina pada Jumat (2/1/2026), dan disambut Sekretaris Daerah Manggarai Barat, Fransiskus Sales Sodo, bersama unsur terkait.
Sekda Fransiskus menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kehadiran langsung pemerintah pusat.
Baca Juga:
Tambahan PNBP Rp 6,62 Triliun, Pemerintah Optimistis Tekan Defisit APBN
Ia mengungkapkan bahwa pemerintah daerah memiliki keterbatasan kewenangan dalam aspek keselamatan transportasi laut yang berada di bawah otoritas pemerintah pusat.
Meski demikian, Pemkab Manggarai Barat terus melakukan pembenahan, salah satunya melalui penataan sistem reservasi wisata menuju Taman Nasional Komodo agar lebih tertutup dan terkontrol melalui agen perjalanan resmi.
“Kami sedang melakukan penyesuaian sistem untuk mendeteksi sekaligus membina agen dan pemandu wisata, termasuk yang berasal dari luar daerah,” ujar Fransiskus.