WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pemerintah pusat segera mengambil langkah lanjutan atas insiden tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menurunkan tim khusus ke lokasi guna memantau langsung proses penanganan serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan pelayaran wisata.
Baca Juga:
Kemenko PMK Dorong Kebijakan Kepemudaan Lebih Terarah dan Terukur
Tim tersebut dipimpin Asisten Deputi Koordinasi Penanganan Konflik dan Keamanan Transportasi Kemenko Polkam, Kombes Pol. Yade Setiawan Ujung.
Kedatangan rombongan pusat diterima Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat di Posko SAR Gabungan Pelabuhan Waterfront Marina pada Jumat (2/1/2026), dan disambut Sekretaris Daerah Manggarai Barat, Fransiskus Sales Sodo, bersama unsur terkait.
Sekda Fransiskus menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kehadiran langsung pemerintah pusat.
Baca Juga:
Kemkomdigi Terima 362 Masukan Publik untuk Perkuat Aturan Perlindungan Anak di Ruang Digital
Ia mengungkapkan bahwa pemerintah daerah memiliki keterbatasan kewenangan dalam aspek keselamatan transportasi laut yang berada di bawah otoritas pemerintah pusat.
Meski demikian, Pemkab Manggarai Barat terus melakukan pembenahan, salah satunya melalui penataan sistem reservasi wisata menuju Taman Nasional Komodo agar lebih tertutup dan terkontrol melalui agen perjalanan resmi.
“Kami sedang melakukan penyesuaian sistem untuk mendeteksi sekaligus membina agen dan pemandu wisata, termasuk yang berasal dari luar daerah,” ujar Fransiskus.
Selain itu, pemerintah daerah juga telah mengusulkan peningkatan status Pos Basarnas Labuan Bajo menjadi kantor, mengingat tingginya intensitas dan kompleksitas operasi SAR di kawasan destinasi prioritas nasional tersebut.
Di lokasi yang sama, tim Kemenko Polkam menggelar rapat koordinasi lintas sektor yang melibatkan Polri, TNI, pemerintah daerah, serta sejumlah lembaga teknis, seperti Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Bakamla, Basarnas, dan KSOP.
Rapat tersebut difokuskan pada penguatan upaya pencegahan kecelakaan laut, peningkatan sistem deteksi dini, serta percepatan respons darurat.
Dalam arahannya, Kombes Pol. Yade Setiawan Ujung menegaskan bahwa kehadiran tim pusat tidak sekadar sebagai respons sesaat, melainkan bagian dari upaya pengungkapan fakta guna merumuskan perbaikan kebijakan ke depan.
Ia menekankan bahwa Labuan Bajo dan kawasan Pulau Komodo telah menjadi destinasi pariwisata internasional, sehingga standar keselamatan pelayarannya harus mengikuti ketentuan global.
“Standar keselamatan tidak bisa ditawar. Semua aktivitas industri pariwisata di Labuan Bajo harus menganut standar internasional,” tegasnya.
Ia menyoroti tiga aspek utama yang perlu dievaluasi secara komprehensif, yakni pencegahan melalui pengawasan ketat terhadap kapal dan awak, deteksi dini berbasis teknologi yang andal, serta respons cepat dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan.
Yade juga mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar tidak mengabaikan peringatan cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Menurutnya, keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama di atas kepentingan bisnis.
“Jika sudah ada peringatan tidak boleh berlayar, hentikan. Jangan mempertaruhkan nyawa manusia,” ujarnya.
Tim Kemenko Polkam menargetkan penyusunan rekomendasi konkret yang akan disampaikan kepada Presiden RI dan kementerian/lembaga terkait, guna mencegah terulangnya kejadian serupa.
Pemerintah pusat juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR yang telah memperpanjang masa pencarian dengan dukungan tambahan peralatan.
“Kami berharap tiga korban yang masih dicari dapat segera ditemukan. Ini adalah tanggung jawab negara kepada para korban dan keluarganya,” kata Yade.
Sebagai informasi, KM Putri Sakinah dilaporkan tenggelam saat berlayar menuju Pulau Padar pada Jumat (26/12/2025).
Kapal tersebut mengangkut empat penumpang, yakni Fernando Martin Carreras bersama tiga anaknya.
Hingga berita ini diturunkan, satu korban telah ditemukan, sementara tiga lainnya masih dalam pencarian oleh Tim SAR gabungan.
Hasil pemantauan lapangan dan rekomendasi dari tim Kemenko Polkam akan menjadi bahan laporan kepada Presiden RI serta dasar penguatan kebijakan keselamatan pelayaran wisata, khususnya di Labuan Bajo yang menjadi etalase pariwisata Indonesia di mata dunia.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]