Langkah tersebut meliputi penanganan tebing sungai yang kritis, rehabilitasi infrastruktur yang terdampak banjir, serta penyusunan master plan pengendalian banjir di Kota Denpasar.
Rencana induk tersebut mencakup pengelolaan Sungai Ayung, Sungai Badung, dan Sungai Mati sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir terpadu.
Baca Juga:
Arus Balik Melandai, Korlantas Akhiri Sistem One Way dari Kalikangkung hingga Cikampek
Asdep Andre Notohamijoyo menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor antara pemerintah pusat dan daerah dalam pengelolaan DAS secara menyeluruh.
Menurutnya, sinergi yang kuat akan membuat strategi pengendalian banjir dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan.
Asdep Andre menyampaikan bahwa upaya ini sejalan dengan pendekatan mitigasi bencana berbasis ekosistem yang terus didorong oleh Kemenko PMK.
Baca Juga:
Genjot Infrastruktur Pendidikan, Sekolah Rakyat Tahap II Ditargetkan Tampung 112 Ribu Siswa
Pendekatan tersebut mencakup rehabilitasi kawasan hulu, pengelolaan tata ruang wilayah yang berkelanjutan, serta penguatan infrastruktur pengendali banjir.
Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam meningkatkan ketahanan wilayah terhadap ancaman bencana hidrometeorologi.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.