WAHANANEWS.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, mengkritisi lambannya realisasi penyaluran bantuan pangan (Banpang) untuk periode Februari–Maret 2026.
Ia menilai keterlambatan tersebut berkontribusi terhadap meningkatnya harga sejumlah komoditas pokok di berbagai wilayah Indonesia.
Baca Juga:
Wakil Ketua DPR Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Pencabulan Anak di Tanjungbalai, Guru ASN Diminta Disanksi Jika Terbukti
Menurut Alex, dari total alokasi bantuan yang mencapai 664,8 ribu ton beras serta 132,9 ribu kiloliter minyak goreng yang ditujukan bagi 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM), hingga kini realisasi distribusinya baru mencapai 23,46 persen.
Capaian tersebut dinilai jauh dari target dan berdampak pada efektivitas intervensi pemerintah dalam menekan gejolak harga.
“Seharusnya, daerah yang mengalami kenaikan harga ini tak bertambah signifikan, jika Banpang mampu menuntaskan beban tugasnya,” kata Alex melalui rilis media yang dikutip oleh Parlementaria di Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Baca Juga:
Totok Hedi Santosa Kritik Pola Kemitraan Perhutani, Petani Diminta Lebih Bebas Tentukan Komoditas
Ia menjelaskan, keterlambatan distribusi bantuan pangan berpotensi melemahkan peran pemerintah dalam menjaga stabilitas harga, terutama untuk komoditas strategis seperti beras dan minyak goreng yang sangat dibutuhkan masyarakat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) minyak goreng terjadi di 224 kabupaten/kota pada pekan keempat April 2026.
Angka tersebut meningkat dibandingkan pekan sebelumnya yang tercatat di 207 kabupaten/kota.