Menanggapi hal tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas eratnya hubungan dan kepercayaan yang telah terjalin antara kedua negara, baik di sektor ekonomi, perdagangan, maupun pertahanan.
Ia menekankan bahwa komunikasi antara Pemerintah Indonesia dan pelaku industri Korea Selatan terus meningkat selama satu tahun terakhir.
Baca Juga:
Golkar dan Demokrat Serahkan Isu Reshuffle Kabinet Sepenuhnya ke Presiden Prabowo
“Saya bertemu pemimpin industri dan bisnis Korea ketika mereka berkunjung ke Indonesia. Kami berdiskusi panjang lebar, dan kami sangat terbuka untuk partisipasi Korea yang berkelanjutan dalam perekonomian kami. Kami berharap dapat melanjutkan kerja sama ini,” ujar Presiden Prabowo.
Dalam bidang pertahanan, Kepala Negara menegaskan bahwa kemitraan yang telah berjalan akan terus diperkuat, termasuk dalam pembahasan lanjutan proyek pesawat tempur KF-21.
Ia menjelaskan bahwa proses negosiasi tengah berlangsung dan mencakup berbagai aspek teknis dan pembiayaan.
Baca Juga:
Prabowo Bentuk DEN 2026–2030, Energi Jadi Pilar Strategis Pemerintahan
“Negosiasi masih berlanjut, dan tentu saja negosiasi selalu bergantung pada faktor ekonomi, harga, dan skema pembiayaan. Jadi, saya rasa para menteri kami akan terus berdiskusi dengan tim Anda, dan tim teknis kami juga akan melanjutkan hal ini,” ucap Presiden Prabowo.
Selain isu pertahanan, Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya memperluas kerja sama di bidang kebudayaan dan industri kreatif.
Kolaborasi di sektor budaya, menurutnya, berpotensi besar mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, memperkuat daya saing budaya Indonesia, serta meningkatkan sektor strategis lain seperti pariwisata dan ekonomi digital.