WAHANANEWS.CO, Jakarta - Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri kabinet di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (4/3/2026).
Rapat tersebut difokuskan untuk memastikan kesiapan sektor energi dan pangan nasional menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri.
Baca Juga:
Bahlil Lahadalia Tegaskan Netralitas Jelang Mubes KOSGORO 1957
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi pasokan energi serta ketersediaan bahan pangan di berbagai daerah.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok sehingga masyarakat dapat menjalani ibadah Ramadan hingga Lebaran dengan rasa aman dan nyaman.
Sejumlah kementerian terkait turut memberikan laporan perkembangan terbaru mengenai kondisi stok serta distribusi kebutuhan energi dan pangan nasional.
Baca Juga:
MA AS Batalkan Tarif Trump, RI Tetap Borong Migas Rp 253 Triliun dari AS
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa pemerintah telah melakukan pengecekan lintas sektor guna memastikan pasokan tetap dalam kondisi aman.
Menurutnya, koordinasi antar kementerian terus diperkuat agar tidak terjadi gangguan distribusi menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat saat Ramadan dan Idulfitri.
“Baik saya maupun Pak Zul sudah menyampaikan kepada Presiden, dari sektor energi maupun pangan terhadap harga-harga juga masih dalam kondisi yang terjangkau,” ujar Bahlil kepada awak media usai rapat.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah terus melakukan pengawasan terhadap distribusi bahan bakar minyak (BBM), LPG, serta energi lainnya agar tetap tersedia di seluruh wilayah Indonesia.
Selain itu, pengawasan terhadap harga komoditas pangan juga terus dilakukan guna menjaga daya beli masyarakat.
Menurut Bahlil, Presiden Prabowo juga memberikan arahan kepada seluruh jajaran pemerintah agar terus memantau perkembangan situasi menjelang Lebaran secara intensif.
Pemantauan tersebut dilakukan secara berkala terutama untuk memastikan kelancaran distribusi energi dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di pasar.
“Kita harus memantau semua perkembangan yang ada dalam kesiapan Lebaran, terutama menyangkut dengan energi, BBM gak boleh ada langka, kemudian LPG, kemudian pangan juga yang tadi Pak Zul,” jelasnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memastikan bahwa kondisi pasokan pangan nasional hingga saat ini berada dalam keadaan aman.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah terus melakukan pengawasan terhadap stok dan distribusi komoditas pangan strategis di berbagai wilayah Indonesia.
Menurutnya, meskipun terdapat dinamika global yang dapat mempengaruhi perdagangan internasional, cadangan pangan nasional masih dalam kondisi cukup kuat.
Sedangkan terkait potensi dampak konflik global terhadap ketersediaan pangan, Zulhas menegaskan bahwa stok cadangan beras nasional masih berada pada level yang aman.
“Aman, stok aman. Kan kita beras cukup, apa cukup ya. (Stok) 4 juta, lebih dari cukup ya,” ungkapnya.
Pemerintah juga terus melakukan langkah antisipatif guna menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasar menjelang meningkatnya permintaan masyarakat selama Ramadan dan Lebaran.
Koordinasi dengan pemerintah daerah serta pelaku distribusi pangan juga terus diperkuat untuk memastikan pasokan tetap lancar hingga ke tingkat konsumen.
Melalui berbagai langkah tersebut, Presiden Prabowo kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan energi dan pangan nasional.
Upaya ini dilakukan agar masyarakat dapat menjalani ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan lebih tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan energi maupun kebutuhan pokok sehari-hari.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]