Berdasarkan paparan DJPI, keterbatasan anggaran membuat sejumlah kegiatan penyiapan proyek KPBU belum dapat dibiayai. Di sektor Bina Marga, anggaran belum mencakup penyusunan dan evaluasi dokumen pra-studi kelayakan untuk 12 proyek, pendampingan transaksi empat proyek, hingga berbagai kegiatan penyiapan lainnya.
Sementara di sektor Sumber Daya Air (SDA), anggaran juga belum tersedia untuk penyusunan dan evaluasi dokumen pra-studi kelayakan 13 proyek serta pendampingan transaksi terhadap tujuh proyek.
Baca Juga:
Prabowo Setujui Alokasi Anggaran Rp100,1 Triliun Pemulihan Pascabencana Sumatra
Untuk sektor jalan tol, tambahan anggaran dibutuhkan antara lain guna menyiapkan dokumen pra-studi kelayakan Jalan Tol Tuban-Babat-Lamongan-Gresik, Jalan Tol Saringin-Dramaga-Salabenda, serta Jalan Tol Mengwitani-Ngurah Rai.
Selain itu, anggaran juga diperlukan untuk penyiapan dukungan kerjasama investasi Jalan Tol Malang-Kepanjen, Jalan Tol Pontianak-Kijing, dan Jalan Tol Ciranjang-Padalarang. Sementara pendampingan proyek KPBU juga dibutuhkan untuk Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya, Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi, Jalan Tol Caringin-Cisarua, Semarang Harbour Toll Road, Jalan Tol Pluit-Bandara, hingga Jalan Tol Bitung-Serpong.
Di sisi lain, Komang mengatakan pemerintah terus mengevaluasi skema pembiayaan proyek KPBU agar kebutuhan dukungan pemerintah dapat ditekan tanpa mengurangi kelayakan investasi.
Baca Juga:
Menteri Dody Susuri Jalur Pegunungan Aceh-Sumut, Siapkan Solusi untuk Tanjakan Kedabuhan di Subulussalam
"Ya, betul memang arahannya bagaimana meminimalkan dukungan (pembiayaan) dari pemerintah ya untuk proyek-proyek yang di KPBU. Mungkin nanti kita akan lakukan lagi review, pemutakhiran dari studi kelayakannya untuk mencari skema yang paling efisien agar proyek ini layak tapi dengan dukungan pemerintah yang minimal," tutur dia.
Salah satu langkah yang telah ditempuh, ialah melakukan penyesuaian ruang lingkup proyek Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi agar kebutuhan dukungan pemerintah menjadi lebih kecil.
"Seperti yang Gilimanuk-Mengwi kita re-scoping, targetnya kita persempit hanya dari Pekutatan sampai Mengwi. Jadi yang awalnya 90 kilometeran, kita perpendek menjadi 40 kilometeran. Itu salah satu strategi untuk meningkatkan kelayakan finansialnya," pungkasnya.