“Kita punya Baznas, dan sebelumnya juga sudah membangun rumah sakit serta berbagai bantuan lainnya di sana,” ujarnya.
Namun demikian, ia kembali menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada komitmen dalam bentuk iuran keuangan kepada dewan tersebut.
Baca Juga:
Harga Minyak Melonjak dan Ekonomi Terancam, Ini Peringatan Serius dari IEA
“Tidak ada komitmen sama sekali,” ucap Presiden.
Sebelumnya, laporan menyebut adanya rancangan piagam Dewan Perdamaian yang mensyaratkan kontribusi dana besar bagi negara yang ingin menjadi anggota tetap.
Dalam dokumen tersebut, disebutkan bahwa negara yang menyumbang lebih dari 1 miliar dolar AS dapat memperoleh keanggotaan tanpa batas waktu.
Baca Juga:
Godzilla El Nino Intai Indonesia, BRIN Peringatkan Kemarau Ekstrem 2026
Sementara negara lain hanya mendapatkan masa keanggotaan terbatas selama tiga tahun dengan kemungkinan perpanjangan.
Isu ini pun memicu perhatian publik terkait posisi Indonesia dalam geopolitik global serta kebijakan luar negeri pemerintah.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.