Airlangga menegaskan, perjanjian ART ini memiliki karakteristik berbeda dibandingkan sejumlah kesepakatan yang sebelumnya dibuat Amerika Serikat dengan negara lain.
Fokusnya murni pada kerja sama perdagangan tanpa mencampurkan isu-isu non-ekonomi.
Baca Juga:
Pemerintah Bahas Pengiriman 8.000 Pasukan Perdamaian ke Gaza sebagai Komitmen Kemanusiaan
“Amerika sepakat untuk mencabut pasal-pasal yang non kerja sama ekonomi, antara lain terkait pengembangan reaktor nuklir, kebijakan Laut Cina Selatan, serta pertahanan dan keamanan perbatasan, sehingga murni ART kita adalah terkait dengan perdagangan,” tandasnya.
Dengan kesepakatan ini, pemerintah berharap hubungan dagang Indonesia dan Amerika Serikat semakin kuat, memperluas akses pasar produk nasional, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di dalam negeri.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.