WAHANANEWS.CO, Jakarta - Anggota Komisi XII DPR RI Rokhmat Ardiyan mendorong Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menghadirkan langkah-langkah inovatif dalam mempercepat pembangunan ekosistem energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia.
Menurutnya, salah satu strategi yang dapat ditempuh adalah dengan mengoptimalkan keberadaan Koperasi Merah Putih yang saat ini telah tersebar di berbagai wilayah hingga tingkat desa.
Baca Juga:
Ramson Siagian Soroti Penurunan Produksi Migas, Minta PHE Bergerak Lebih Progresif
Rokhmat menilai koperasi desa memiliki posisi yang sangat strategis dalam mendukung pengembangan ekonomi berbasis energi berkelanjutan.
Melalui jaringan yang luas dan kedekatannya dengan masyarakat, koperasi dapat menjadi penggerak berbagai program energi hijau yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan warga.
Ia mencontohkan pemanfaatan minyak jelantah yang banyak ditemukan di lingkungan masyarakat desa. Limbah rumah tangga tersebut, menurutnya, dapat diolah menjadi bahan baku energi yang bernilai ekonomi tinggi.
Baca Juga:
Ateng Sutisna Ingatkan Risiko Monopoli dalam Rencana PT DSI sebagai Eksportir Tunggal Komoditas Strategis
Selain itu, pengelolaan sampah berbasis masyarakat juga dapat dikembangkan menjadi sumber energi alternatif yang mendukung ketahanan energi sekaligus mengurangi permasalahan lingkungan.
"Kita punya Koperasi Merah Putih yang jumlahnya cukup banyak. Bagaimana memanfaatkan Koperasi Merah Putih ini dengan sebaik-baiknya untuk membangun ekosistem energi baru terbarukan. Sebagai contoh, di desa-desa itu banyak minyak jelantah ya. Bagaimana minyak jelantah ini dirubah, manfaatnya menjadi untuk avtur. Kemudian Koperasi Merah Putih juga bisa dimanfaatkan dalam pengembangan ekosistem bio-energi seperti PLTS, Bu. Kemudian kita rubah sampah-sampah ini, sampah-sampah ini kita rubah, bisa menjadi energi," ujar Rokhmat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI bersama Dirjen Ketenagalistrikan, Dirjen EBTKE Kementerian ESDM, dan Direktur Utama PT PLN (Persero) di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Legislator dari daerah pemilihan Jawa Barat X yang meliputi Kabupaten Kuningan, Ciamis, Kota Banjar, dan Kabupaten Pangandaran itu juga menyoroti pentingnya pengembangan bioetanol sebagai salah satu energi alternatif yang dapat meningkatkan kemandirian energi masyarakat.
Ia meminta pemerintah dan para pemangku kepentingan melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat melalui jaringan koperasi yang telah terbentuk.
Menurut Rokhmat, pengembangan bioetanol dan berbagai sumber energi terbarukan lainnya tidak hanya berkontribusi terhadap target bauran energi nasional, tetapi juga berpotensi menciptakan lapangan pekerjaan baru di daerah pedesaan.
Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi sekaligus berperan aktif dalam mendukung transisi energi nasional.
Ia menegaskan bahwa Fraksi Partai Gerindra siap memberikan dukungan penuh terhadap berbagai program yang bertujuan memperkuat ketahanan energi nasional, termasuk melalui dukungan kebijakan maupun penganggaran yang diperlukan.
"Jadi saya mengharapkan kolaborasi Dirjen Gatrik, PLN, dan Dirjen Energi Baru Terbarukan supaya menggandeng Koperasi Merah Putih. Kalau ibu butuh dukungan anggaran, kami Fraksi Partai Gerindra siap, karena energi adalah untuk masa depan bangsa dan negara, sesuai dengan arahan Bapak Presiden Prabowo," tegasnya.
Selain menyoroti pengembangan energi baru terbarukan, Rokhmat juga memberikan perhatian khusus terhadap aspek keandalan sistem kelistrikan nasional.
Ia meminta PT PLN (Persero) untuk terus meningkatkan pengawasan dan pemeliharaan terhadap infrastruktur kelistrikan, terutama aset-aset yang telah berusia tua dan berpotensi mengalami gangguan operasional.
Menurutnya, wilayah strategis seperti Jakarta membutuhkan pasokan listrik yang stabil dan andal guna mendukung aktivitas pemerintahan, ekonomi, dan pelayanan publik.
Di sisi lain, daerah-daerah di wilayah pemilihannya juga memerlukan perhatian yang sama agar masyarakat dapat menikmati layanan kelistrikan yang aman dan berkelanjutan.
"Selanjutnya kepada Pak Dirut, PLN, kami berpesan, Pak hati-hati Jakarta ya Pak, jangan sampai terjadi masalah, terutama gardu induk yang usianya sudah tua-tua Pak. Kemudian trafo-trafo saya titip, dan terutama juga di dapil saya di Kuningan Ciamis Banjar Pangandaran," tutup Rokhmat.
Melalui usulan tersebut, Rokhmat berharap sinergi antara pemerintah, PLN, dan Koperasi Merah Putih dapat mempercepat terwujudnya ekosistem energi terbarukan yang kuat, inklusif, dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat hingga ke tingkat desa.
Selain mendukung target ketahanan energi nasional, langkah ini juga diharapkan menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]