WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pemerintah terus memperkuat langkah menuju ketahanan dan kemandirian energi nasional melalui penyusunan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).
Dokumen strategis ini akan menjadi acuan utama dalam merancang arah kebijakan energi Indonesia, termasuk memetakan kebutuhan serta strategi penyediaan energi dalam kurun waktu sepuluh tahun ke depan.
Baca Juga:
Kemdiktisaintek dan PLN Bersinergi Kembangkan Energi Surya untuk Masa Depan
Sebagai bagian dari proses tersebut, pemerintah telah memulai penyusunan RUEN periode 2026–2035.
Tahapan awal ini ditandai dengan pelaksanaan Kick Off Meeting yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari kementerian, lembaga, hingga pihak terkait lainnya.
Keterlibatan multipihak ini dinilai penting untuk memastikan perencanaan energi yang komprehensif, terintegrasi, dan selaras dengan kebutuhan pembangunan nasional.
Baca Juga:
PLN Sebut Komposisi Bauran Energi Mencapai 12,6%
Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ahmad Erani Yustika, menegaskan bahwa RUEN nantinya akan menjadi rujukan utama bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan di sektor energi.
"Dokumen ini nantinya menjadi sandaran bagi pemangku kepentingan, Pemerintah, khususnya kementerian-kementerian terkait. Oleh karena itu, kita berharap agar dalam penyusunan ini nanti, yang paling penting adalah adanya keutuhan cara pandang kita di dalam melihat sektor energi ini," ujar Erani pada Kick-Off Meeting Penyusunan RUEN 2026-2035 di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jakarta, Jumat (17/4/2026) lalu.
Dalam proses penyusunannya, Kementerian ESDM tidak hanya melibatkan kementerian dan lembaga terkait, tetapi juga membuka ruang partisipasi publik.