WAHANANEWS.CO, Jakarta - Lima peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon Manajer Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) meninggal dunia saat mengikuti Pelatihan Dasar Militer (Latsarmil), dengan Kementerian Pertahanan membeberkan kronologi lengkap beserta penyebab kematian masing-masing peserta.
Kasus pertama menimpa Yonanda Muhammad Taufiq yang mengikuti pelatihan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja.
Baca Juga:
Menkes: 300 Ribu Pecandu Narkoba Masih Dipenjara, Rehabilitasi Jadi Solusi
Pada Rabu (17/06/2026), sekitar pukul 16.00 WIB, Yonanda mengikuti kegiatan pengenalan lingkungan di daerah latihan Puslatpur Kodiklatad Baturaja dengan berjalan kaki bersama peserta lainnya.
Sekitar pukul 17.17 WIB, pelatih menemukan Yonanda mengalami penurunan kesadaran sehingga langsung dievakuasi ke Pos Kesehatan Satdik.
Dokter kemudian memutuskan merujuk Yonanda ke RS dr Noesmir Baturaja dan ia tiba di rumah sakit pada pukul 18.05 WIB untuk mendapatkan penanganan medis.
Baca Juga:
Tabrak Lari Aiptu Asep, Mahasiswa 20 Tahun Ditetapkan sebagai Tersangka
"Meskipun telah dilakukan tindakan medis secara intensif, pada pukul 18.30 WIB dokter menyatakan almarhum meninggal dunia dengan diagnosis cardiac arrest (henti jantung)," ujar Kepala Badan Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan, Mayjen Ketut Gede Wetan, Sabtu (27/06/2026).
Peristiwa kedua dialami Anisa Muyassaroh yang menjalani pelatihan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan.
Pada Kamis (18/06/2026), Anisa mengikuti kegiatan pembelajaran hingga sekitar pukul 13.35 WITA mengeluhkan sesak napas disertai mual.