WAHANANEWS.CO, Jakarta - Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI kembali menggelar kegiatan donor darah sebagai bagian dari komitmen memperkuat kepedulian sosial dan semangat gotong royong di lingkungan kerja.
Mengusung tema "Setetes Kemanusiaan, Donorkan Darah, Selamatkan Nyawa", kegiatan ini menjadi ajang untuk mendorong budaya berbagi sekaligus membantu memenuhi kebutuhan stok darah bagi masyarakat.
Baca Juga:
RUU Daerah Kepulauan Diperkuat, DPR Perjuangkan Keadilan Fiskal dan Optimalisasi Ekonomi Kelautan
Kegiatan donor darah yang berlangsung di Pustakaloka, Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (22/7/2026), terlaksana melalui kerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta.
Selain menjadi bentuk aksi kemanusiaan, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran pegawai mengenai pentingnya donor darah secara rutin.
Inspektur Utama Sekretariat Jenderal DPR RI Rusdi Hartono mengatakan bahwa donor darah bukan hanya aktivitas sosial semata, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap sesama.
Baca Juga:
Komisi X DPR Minta Kebijakan Regrouping SD Dikecualikan di Daerah 3T, Jangan Sekadar Demi Efisiensi
Menurutnya, setiap kantong darah yang terkumpul dapat menjadi harapan bagi masyarakat yang sedang membutuhkan transfusi darah.
"Donor darah bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi juga merupakan wujud nyata kepedulian, solidaritas, dan semangat gotong royong dalam membantu sesama. Setiap tetes darah yang kita donorkan memiliki arti yang sangat besar bagi saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan," ujar Rusdi saat membuka kegiatan donor darah di Pustakaloka, Nusantara IV, Senayan, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Rusdi menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial di kalangan aparatur Setjen DPR RI.
Ia berharap semangat berbagi melalui donor darah dapat terus tumbuh sehingga tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi budaya yang melekat di lingkungan kerja.
"Melalui kegiatan ini, saya berharap semakin tumbuh rasa kepedulian dan semangat untuk terus berbagi di lingkungan Sekretariat Jenderal DPR RI. Saya juga berharap kegiatan donor darah dapat menjadi agenda rutin yang terus didukung oleh seluruh pegawai sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Rusdi turut menyampaikan apresiasi kepada Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Sekretariat Jenderal DPR RI, PMI DKI Jakarta, panitia pelaksana, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi sehingga kegiatan donor darah dapat berlangsung dengan lancar.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pegawai dan peserta yang secara sukarela mendonorkan darahnya.
Menurut Rusdi, kepedulian para pendonor merupakan bentuk investasi kemanusiaan yang memiliki nilai sangat besar karena mampu memberikan kesempatan hidup dan harapan baru bagi masyarakat yang membutuhkan transfusi darah.
Setjen DPR RI, lanjutnya, berkomitmen untuk terus menyelenggarakan kegiatan donor darah secara berkala.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung ketersediaan stok darah nasional sekaligus memperkuat budaya berbagi di lingkungan keluarga besar Setjen DPR RI.
Rusdi berharap komitmen tersebut dapat terus dijaga oleh seluruh pegawai sehingga kegiatan donor darah menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan.
"Ke depan apa yang kita lakukan ini menjadi komitmen kita bersama sebagai sesama manusia untuk saling membantu agar saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan darah bisa mendapatkan kebutuhannya dan tentunya dapat melanjutkan kehidupannya," tuturnya.
Lebih lanjut, Rusdi mengungkapkan bahwa kegiatan donor darah akan dijadwalkan secara rutin setiap tiga hingga empat bulan sekali.
Selain itu, pelaksanaannya juga akan disesuaikan dengan berbagai momentum, termasuk peringatan hari-hari besar nasional.
"Ini akan rutin. Tiga sampai empat bulan kita lakukan atau pada momen-momen tertentu seperti hari-hari besar nasional. Ini rutin dilakukan di Sekretariat Jenderal DPR RI," jelasnya.
Selain memberikan manfaat besar bagi penerima donor, Rusdi mengingatkan bahwa donor darah juga berdampak positif bagi kesehatan pendonor.
Karena itu, ia mengajak seluruh pegawai untuk menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat.
Pada pelaksanaan kali ini, Setjen DPR RI menargetkan sedikitnya 300 orang berpartisipasi sebagai pendonor.
Melihat tingginya antusiasme pegawai yang hadir sejak kegiatan dimulai, Rusdi optimistis jumlah pendonor akan mampu melampaui target yang telah ditetapkan.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan terus menjadi agenda rutin yang memperkuat semangat solidaritas, kepedulian, dan pengabdian kepada masyarakat.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]