WAHANANEWS.CO, Jakarta – Deputi Bidang Administrasi Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI Rahmad Budiaji menegaskan bahwa pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) harus menjadi langkah utama dalam membangun budaya disiplin di lingkungan kerja.
Menurutnya, upaya pencegahan jauh lebih penting dibandingkan penindakan, sehingga pembinaan perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui pengawasan yang efektif, peningkatan pemahaman terhadap aturan disiplin, serta pemanfaatan teknologi informasi.
Baca Juga:
Wagub Jabar Soroti Judi Online di Kalangan ASN, Minta Ombudsman Perkuat Pengawasan
Dalam mendukung upaya tersebut, Setjen DPR RI memanfaatkan dua sistem informasi yang berfungsi sebagai instrumen pembinaan dan pengawasan disiplin pegawai, yakni aplikasi Integrated Discipline (I'DIS) yang dikembangkan Badan Kepegawaian Negara (BKN) serta aplikasi Harmoni yang dikelola Biro Sumber Daya Manusia Aparatur (SDMA) Setjen DPR RI.
Kedua aplikasi tersebut diharapkan mampu memperkuat pengawasan sekaligus mendukung proses pembinaan ASN secara lebih optimal.
“Kebutuhan kita hari ini adalah melakukan pembinaan pegawai untuk mencegah terjadinya pelanggaran disiplin. Namun ketika sudah terjadi, apakah betul-betul dilakukan pembinaan. Untuk pembinaan ini kita siapkan dua sistem informasi, yaitu I’DIS oleh BKN dan Harmoni oleh Biro SDM,” ujar Rahmad Dikutip dari situs resmi DPR RI, Rabu (08/07/2026).
Baca Juga:
Wagub Jabar Prihatin, ASN Terlibat Judi Online dengan Transaksi Capai Rp800 Juta
Rahmad menjelaskan, kegiatan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari komitmen Setjen DPR RI dalam memperkuat sistem pembinaan pegawai.
Melalui kegiatan itu, para pejabat administrator dan pejabat pengawas diharapkan semakin memahami mekanisme penegakan disiplin sehingga mampu melakukan langkah-langkah pencegahan sejak dini.
Menurutnya, pembinaan harus menjadi proses yang terus berjalan dan tidak hanya dilakukan setelah terjadi pelanggaran.