Selanjutnya, pembersihan jalur penghubung antarruang dilakukan untuk mengembalikan konektivitas lingkungan sekolah.
Alat berat dioptimalkan untuk membantu pembersihan lumpur dan puing sisa banjir di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pembina Aceh Tamiang, Selasa (13/1/2026).
Baca Juga:
Pasca Banjir Besar, Aktivitas Pasar Kuala Simpang Aceh Tamiang Mulai Bangkit
Ketebalan lumpur yang mencapai lebih dari 30 sentimeter membuat proses ini membutuhkan alat berat.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang pun mendatangkan ekskavator dengan dukungan Dana Siap Pakai (DSP) dari BNPB sebagai bagian dari respons tanggap darurat dan transisi pemulihan.
Pemenuhan kebutuhan dasar turut menjadi perhatian. TNI membangun sumur bor guna menjamin ketersediaan air bersih yang sangat dibutuhkan untuk sanitasi dan pemulihan lingkungan sekolah.
Baca Juga:
Kemenkes Catat ISPA, Hipertensi, dan Diare Dominasi Penyakit Pengungsi di Aceh Tamiang
Sementara itu, Yayasan Buddha Tzu Chi dan Baznas berperan dalam pembersihan ruang kelas, penyaluran logistik, serta dukungan permakanan bagi guru dan relawan.
Semua bergerak pulihkan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pembina di kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Selasa ( 13/1/2026).
Dukungan masyarakat sekitar juga terlihat melalui pembukaan lorong-lorong akses yang kini dimanfaatkan sebagai ruang belajar darurat.