Tenaga tata usaha sekolah, Muslim Hasan, memeriksa pesan grup jejaring komunikasi melalui ponsel pintar menggunakan alat bantu saat beraktivitas di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pembina Aceh Tamiang, yang terdampak banjir, Selasa (13/1/2026).
“Hampir tidak percaya, tetapi kami bisa melakukannya bersama-sama. Dengan segala keterbatasan, yang terpenting adalah memastikan anak-anak selamat,” ujar Muslim.
Baca Juga:
Pasca Banjir Besar, Aktivitas Pasar Kuala Simpang Aceh Tamiang Mulai Bangkit
Seluruh siswa berhasil dievakuasi tanpa korban jiwa. Keberhasilan ini menegaskan bahwa penyandang disabilitas bukan hanya objek perlindungan, melainkan juga subjek aktif dalam pengelolaan risiko bencana ketika diberikan ruang, pengetahuan, dan dukungan yang memadai.
Pembelajaran Kebijakan dari Sekolah Tangguh Bencana
Keberhasilan evakuasi dan respons darurat tersebut tidak terlepas dari penguatan kapasitas yang telah dilakukan sebelumnya.
Baca Juga:
Kemenkes Catat ISPA, Hipertensi, dan Diare Dominasi Penyakit Pengungsi di Aceh Tamiang
Pada 2022, SLB Negeri Pembina Aceh Tamiang ditetapkan sebagai SLB Tangguh Bencana setelah mengikuti pelatihan kesiapsiagaan yang difasilitasi BPBD Kabupaten Aceh Tamiang.
Pelatihan tersebut dirancang secara adaptif dan inklusif, dengan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan ragam disabilitas peserta didik.
Materi seperti pengenalan risiko, pemetaan jalur evakuasi, hingga simulasi penyelamatan diberikan secara berulang dan kontekstual.