Pada saat itu, Raka ditunjuk sebagai ketua
manajemen proyek dan harus memutar otak untuk membangun tol tersebut.
Pasalnya, jalan bebas hambatan itu dibangun di
atas jalan yang sudah ada dan padat kendaraan.
Baca Juga:
Ratusan Kilometer Tol Baru Resmi Beroperasi, Indonesia Kian Terkoneksi
Putra Bali ini pun mengusulkan agar pembangunan
Tol Wiyoto Wiyono dilakukan dengan cara konvensional.
Mulai dari bekisting, pembangunan segmental,
hingga menggantung blok beton dengan beban 480 ton.
Namun, usulan itu ditolak anggota tim ahli
lainnya, lantaran berpotensi mengganggu arus lalu lintas, memakan waktu, dan
biaya serta berisiko tinggi.
Baca Juga:
Menteri Dody Tinjau Ruas Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6, Siap Dukung Kelancaran Nataru 2025 dan Lebaran 2026
Pantang menyerah, dia lalu mengusulkan untuk
membuat kepala tiang yang akan diputar menggunakan alat pemutar.
Kemudian, baru dipasang bekisting kepala tiang
atau sejajar dengan jalan di tengah. Setelah beton cukup kuat, bekisting pun
bisa diputar.
Tak disangka-sangka, gagasan tersebut akhirnya
diterima oleh anggota tim ahli lainnya.