Gelar sarjana ekonomi dia dapatkan pada tahun 1986, dan sempat menjadi
asisten pengajar.
Dua tahun kemudian, dia melanjutkan pascasarjana (S2) dan meraih gelar
master pada tahun 1990 di University of Illinois at Urbana-Champaign, Amerika
Serikat.
Baca Juga:
Faktor Usia dan PHK, Pembayaran Dana Pensiun Tembus Rp 20,79 Triliun
Gelar doktor juga diraih di universitas yang sama pada 1992, dengan disertasi
berjudul Measuring the Labor Supply Effect
of Income Taxation Using a Life-Cycle Labor Supply Model: A Case of Indonesia.
Karier
Baca Juga:
Pemerintah Dorong Percepatan Investasi, Menkeu Purbaya Pimpin Sidang Debottlenecking
Setelah lulus dari studi doktoral, Sri Mulyani kembali ke almamaternya
di Universitas Indonesia untuk mengajar.
Dari dunia akademik inilah suaranya muncul di media untuk memberikan
pandangan kritis terhadap kondisi perekonomian nasional yang sedang krisis.
Dia ikut menandatangani "Deklarasi Penyelamatan Ekonomi Indonesia"
bersama para ekonom, seperti Anwar Nasution, Sjahrir, Mari Elka Pangestu, Rizal
Ramli, Faisal Basri, Thee Kian Wie, dan Didiek J Rachbini, pada 6 Agustus 1998,
di Jakarta.