Ia juga menekankan bahwa capaian positif ini merupakan hasil dari berbagai kebijakan strategis yang telah dijalankan pemerintah, khususnya oleh Kementerian Pertanian.
Program-program seperti perluasan areal tanam (ekstensifikasi), optimalisasi lahan pertanian, distribusi benih unggul, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), pemberian subsidi pupuk, hingga penguatan sektor hilirisasi pertanian dan peternakan dinilai telah memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan produksi.
Baca Juga:
Pesantren Didorong Adopsi Kurikulum Internasional untuk Cetak Santri Berdaya Saing Global
Rajiv menilai implementasi program tersebut mulai menunjukkan dampak nyata di lapangan, baik dalam peningkatan produktivitas maupun dalam menjaga ketersediaan pangan nasional secara berkelanjutan.
Meski demikian, ia mengingatkan pemerintah untuk tetap waspada terhadap berbagai potensi tantangan, terutama yang berasal dari faktor iklim.
Ancaman fenomena El Nino yang dapat memicu kemarau panjang dan kekeringan dinilai berpotensi mengganggu produksi pertanian jika tidak diantisipasi dengan baik.
Baca Juga:
Kesetaraan Gender Bukan Sekadar Kuota, Irine Dorong Perempuan Lebih Berpengaruh di Parlemen
“Semua prestasi pastinya akan diuji dengan kondisi yang selalu berubah. Tahun ini Kementan harus siap dan tidak lengah menghadapi El Nino berupa kemarau panjang yang lebih kering yang mengancam produksi pertanian kita,” ujarnya.
Sebagai penutup, Rajiv berharap capaian yang telah diraih tidak hanya dipertahankan, tetapi juga terus ditingkatkan melalui langkah-langkah strategis dan mitigasi risiko yang matang.
Ia menekankan pentingnya konsistensi kebijakan dan kesiapsiagaan pemerintah dalam menghadapi tantangan ke depan guna memastikan ketahanan pangan nasional tetap terjaga.