Selain soal biaya, TB Hasanuddin juga menyoroti usia kapal yang telah mencapai sekitar empat dekade sejak pertama kali beroperasi pada 1985.
Secara umum, kapal perang dirancang dengan masa pakai antara 30 hingga 40 tahun, sehingga kondisi kapal dinilai sudah mendekati batas akhir masa operasionalnya.
Baca Juga:
Presiden Prabowo Sudah Tandatangani dan Sahkan RUU TNI
Menurutnya, meskipun kapal tersebut masih bisa diperpanjang masa pakainya melalui modernisasi, durasi penggunaannya kemungkinan hanya sekitar 10 tahun ke depan.
Proses peningkatan kemampuan itu pun memerlukan biaya besar, mulai dari pembaruan sistem radar, komunikasi, persenjataan, hingga penyediaan suku cadang dan pelatihan kru.
“Hal ini berpotensi menambah tekanan terhadap anggaran pertahanan dalam jangka menengah,” sebut purnawirawan TNI tersebut.
Baca Juga:
TB Hasanuddin Desak Panglima TNI Segera Tarik Prajurit dari Jabatan Sipil
Aspek lain yang turut disorot adalah masalah interoperabilitas. Kapal induk Giuseppe Garibaldi dirancang untuk mengoperasikan pesawat tempur jenis AV-8B Harrier II, yang tidak sejalan dengan armada udara Indonesia saat ini seperti F-16, Sukhoi, maupun Rafale.
Ia menilai, penggunaan Harrier II memiliki keterbatasan karena hanya dioperasikan oleh sejumlah kecil negara dan bahkan direncanakan akan dipensiunkan oleh Amerika Serikat dalam waktu dekat.
Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan persoalan dalam ketersediaan suku cadang serta dukungan logistik jangka panjang.