Tidak hanya dari sisi penginapan, layanan konsumsi bagi jemaah juga dinilai mengalami peningkatan kualitas.
Menu makanan disebut lebih sesuai dengan cita rasa Indonesia sehingga lebih mudah diterima para jemaah, khususnya lanjut usia.
Baca Juga:
Pengawasan Ketat Kesehatan Haji 2026 Dinilai Efektif, Jemaah Wafat Menurun
Ia menyebut makanan yang disediakan kini lebih variatif dengan lauk khas Nusantara seperti ikan, telur, daging, sayuran, hingga buah-buahan.
Penyesuaian menu tersebut dianggap penting untuk menjaga kondisi kesehatan dan stamina jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Perbaikan layanan juga terlihat dalam proses pergerakan jemaah menuju Arafah.
Baca Juga:
DPR Minta Jemaah Haji Jaga Stamina dan Imunitas Hadapi Puncak Ibadah
Abdul Wachid menilai petugas berhasil mengantisipasi penumpukan calon jemaah di titik keberangkatan bus, sehingga mobilisasi berjalan lebih tertib dan lancar dibanding tahun sebelumnya.
“Jemaah tidak boleh turun sebelum bus datang. Jadi tidak ada penumpukan seperti tahun lalu,” tuturnya.
Meski memberikan apresiasi terhadap berbagai peningkatan layanan, Timwas DPR RI masih menemukan sejumlah hal yang perlu menjadi bahan evaluasi.