WAHANANEWS.CO, Jakarta - Gelombang penolakan terhadap tuntutan penghentian program Makan Bergizi Gratis atau MBG langsung dibalas ramai oleh sejumlah pejabat pemerintah dan tokoh partai politik.
Desakan agar MBG disetop sebelumnya mencuat dalam rangkaian aksi demonstrasi mahasiswa di berbagai daerah, mulai dari Jakarta, Medan, Kota Semarang, hingga Banjarmasin pada Senin (15/6/2026).
Baca Juga:
Kajari Sergai Ditangkap Kejagung, Kejati Sumut Gerak Cepat Tunjuk Bani Ginting Jadi Plh
Para mahasiswa menilai program MBG menjadi salah satu saluran pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN.
Mereka juga menyoroti kondisi ekonomi masyarakat yang sedang tertekan di tengah kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax RON 92 dan Pertamax Green RON 95 per Rabu (10/6/2026), pelemahan nilai tukar rupiah, serta turunnya daya beli masyarakat.
Dalam tuntutannya, mahasiswa menilai MBG sebagai program populis yang membebani negara dan meminta agar anggarannya dialihkan ke program lain yang dianggap lebih efektif.
Baca Juga:
Gara-gara Tumbler “Tank Day”, Starbucks Korea Diboikot hingga Tutup 2 Ribu Gerai
Program MBG sendiri merupakan salah satu program unggulan pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.
Sejak diluncurkan pada Senin (6/1/2025), program yang dikelola Badan Gizi Nasional atau BGN tersebut sudah diwarnai sejumlah polemik.
Salah satu sorotan terbesar mengarah pada anggaran MBG untuk 2026 yang semula dipatok Rp335 triliun sebelum kemudian diturunkan menjadi Rp268 triliun.