“Kemudian yang kedua adalah bagi mereka yang sebagai pekerja, kami berupaya agar perusahaan di mana mereka bekerja bisa memberikan keringanan sampai mereka pulih baru bisa masuk lagi ke tempat kerja,” ujarnya.
Koordinasi dengan sejumlah perusahaan telah dilakukan agar tidak ada pemotongan hak maupun sanksi bagi korban yang masih dalam masa pemulihan.
Baca Juga:
MARTABAT Prabowo-Gibran Dukung Integrasi MRT dan KRL, Perkuat Mobilitas Modern di Kota Tua
“Ini yang akan kita upayakan bersama, mudah-mudahan ini bisa dilakukan oleh beberapa perusahaan, tadi ada salah satu perusahaan juga yang sudah hadir, kita bertemu langsung dan kami menyampaikan tolong si korban ini sampai benar-benar pulih, kemudian hak-hak sebagai pekerjanya dipenuhi, dan begitu sehat bisa kembali kerja seperti semula,” katanya.
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa jumlah korban mencapai 14 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka akibat kecelakaan tersebut.
Sementara itu, PT KAI membuka posko darurat selama 14 hari di Stasiun Gambir dan Stasiun Bekasi Timur untuk membantu para korban dan keluarga.
Baca Juga:
Warga Temukan Perempuan Sepuh Tak Dikenal Tewas di Jalur Rel Klaten
Operasional KRL di Stasiun Bekasi Timur hingga kini masih belum kembali dibuka pascakecelakaan.
Kepala Basarnas Marsekal Madya Mohammad Syafii memastikan seluruh korban telah berhasil dievakuasi dan tidak ada lagi yang terjebak di dalam rangkaian kereta.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.