Meski demikian, Sari mengajak masyarakat untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum penyidikan selesai dilakukan.
Ia meminta seluruh pihak memberikan kesempatan kepada aparat penegak hukum untuk bekerja secara objektif berdasarkan alat bukti yang dimiliki.
Baca Juga:
Setjen DPR RI Evaluasi Kinerja Anggaran Semester I 2026, Tekankan Tata Kelola yang Efektif dan Akuntabel
"Kita serahkan semuanya ke aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan, apakah guru yang sempat diarak oleh warga terlibat atau tidak," ujarnya.
Lebih lanjut, Sari menegaskan bahwa apabila penyidik nantinya menemukan bukti yang cukup mengenai keterlibatan guru ASN tersebut, maka Badan Kepegawaian Negara (BKN) harus mengambil langkah tegas melalui pemberian sanksi sesuai aturan yang berlaku.
Menurutnya, ketegasan tersebut penting untuk menjaga integritas profesi guru sekaligus menjadi pembelajaran agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
Baca Juga:
DPR Minta Publik Tak Berspekulasi soal Pengunduran Diri Perry Warjiyo, Transisi BI Dipastikan Aman
"Jika memang terlibat, saya sebagai pimpinan selain mengecam tentunya BKN juga harus bersikap tegas dan memberikan sanksi berat, agar peristiwa ini bisa kita jadikan pelajaran bersama," tuturnya.
Ia menambahkan, profesi guru memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter, moral, serta memberikan teladan bagi peserta didik.
Karena itu, setiap dugaan pelanggaran yang melibatkan tenaga pendidik harus diproses secara serius sesuai mekanisme hukum maupun aturan kepegawaian.