WAHANANEWS.CO - Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Republik Indonesia, Diaz Hendropriyono, mengapresiasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang diterapkan warga RW 09 Kelurahan Meruya Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.
Apresiasi tersebut disampaikan saat mengunjungi Kebun A-Green RW 09 yang menjadi lokasi percontohan pengelolaan sampah berbasis warga, Kamis (25/6/2026).
Baca Juga:
Kolaborasi 10 Provinsi Percepat Zero Sampah 2028, MARTABAT Prabowo-Gibran: Solusi Nyata untuk Indonesia Bersih
Dalam kunjungan itu, Diaz didampingi Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah serta sejumlah pejabat terkait.
Diaz menilai partisipasi aktif warga dalam mengelola sampah dari sumbernya merupakan bentuk nyata dukungan terhadap program pemerintah dalam mengatasi persoalan sampah nasional.
“Apa yang dilakukan warga sangat membantu pemerintah dalam mencapai target pengelolaan sampah yang lebih baik. Ini menjadi contoh kolaborasi yang patut diapresiasi dan didukung,” ujar Diaz.
Baca Juga:
Pemkab Lebak Kelola Sampah Jadi 50 Ton RDF per Hari Melalui LSDP
Menurutnya, keberhasilan warga RW 09 Meruya Utara menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
“Ini menjadi pengingat bagi kami semua bahwa pemerintah perlu mengambil peran yang lebih besar. Yang perlu kami pikirkan sekarang adalah apa lagi yang bisa kami bantu untuk mendukung masyarakat yang sudah bekerja sejauh ini,” katanya.
Diaz menjelaskan, pemerintah pusat saat ini tengah berupaya mencapai target pengolahan sampah secara menyeluruh sesuai arahan Presiden. Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pencapaian target tersebut.
“Dengan adanya Bapak dan Ibu yang sudah bergerak seperti ini, artinya sudah membantu pemerintah mencapai target pengolahan sampah yang lebih baik. Yang akan merasakan manfaatnya tentu kita semua,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Diaz juga meninjau langsung area Kebun A-Green dan berdialog dengan pengelola mengenai proses pemilahan serta pengolahan sampah yang telah diterapkan hingga menjadikan kawasan tersebut sebagai proyek percontohan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah mengatakan pengelolaan sampah dari sumber menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat.
Menurut Iin, berbagai RW percontohan yang telah terbentuk menunjukkan bahwa masyarakat mampu menjadi bagian dari solusi dalam mengatasi persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah.
“Jakarta Barat terus mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui edukasi, pendampingan, dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi,” jelasnya.
Ia menambahkan, tantangan terbesar dalam pengelolaan sampah tidak hanya terletak pada aspek teknis, tetapi juga pada perubahan perilaku masyarakat agar terbiasa memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah tangga.
Saat ini, Jakarta Barat memiliki 585 RW dan terus mendorong semakin banyak wilayah menerapkan sistem pengelolaan sampah berbasis sumber melalui program studi tiru serta pendampingan antarwilayah.
“Kami berharap semakin banyak RW menjadi agen perubahan dalam pengelolaan sampah. Jakarta Barat siap menjadi wilayah percontohan pengelolaan sampah berbasis masyarakat,” pungkas Iin.