Kurangnya edukasi mengenai bahaya menerobos palang pintu kereta juga turut memperburuk situasi.
Sebagian besar masyarakat mungkin memahami bahwa menerobos adalah pelanggaran, tetapi tidak menyadari risiko fatal yang bisa terjadi.
Baca Juga:
Banjir Pekalongan Bikin KAI Kembalikan Rp3,5 Miliar Dana Penumpang
Edukasi yang berkelanjutan mengenai pentingnya keselamatan di perlintasan kereta api perlu diperkuat agar masyarakat lebih memahami konsekuensi tindakannya.
Dari sudut pandang sosiologis, menyelesaikan masalah ini memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif, bukan hanya penegakan hukum yang tegas.
Pemberdayaan masyarakat melalui kampanye kesadaran yang berkelanjutan, edukasi mengenai keselamatan lalu lintas, serta perbaikan sistem penegakan hukum adalah beberapa langkah penting yang perlu diambil.
Baca Juga:
Per 1 Desember, KAI Bersama KAI Commuter Lakukan Penyesuaian Jadwal Commuter Line Walahar Mulai 1 Desember 2025
Hanya dengan perubahan budaya dan pola pikir, budaya 'terobos palang' bisa diatasi, dan keselamatan di perlintasan kereta pun dapat ditingkatkan. [*]
Penulis adalah pemerhati masalah sosial
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.