Orang tua juga perlu memperoleh informasi yang proporsional dan transparan mengenai langkah keamanan yang telah dilakukan sekolah.
Transparansi penting agar ruang kosong informasi tidak diisi rumor yang justru memperbesar kecemasan.
Baca Juga:
Komdigi Tegur YouTube Buntut Konten Bigmo Promosikan Vape Libatkan Anak-anak
Pandangan bahwa keamanan sekolah mencakup kondisi psikologis sejalan dengan kebijakan pemerintah.
Kemendikdasmen mendefinisikan budaya sekolah aman dan nyaman sebagai ekosistem yang menjamin bukan hanya keamanan fisik, tetapi juga psikologis, sosial, spiritual, dan digital warga sekolah.
UNICEF juga menempatkan sekolah sebagai salah satu ruang penting dalam sistem perlindungan anak dan menekankan perlunya kemampuan untuk mengenali, melaporkan, serta merujuk anak kepada layanan ketika mereka mengalami atau berhadapan dengan situasi yang dapat membahayakan.
Baca Juga:
Pelapor Tegaskan Laporan Bigmo Tak Dicabut, Permintaan Maaf Tak Hentikan Proses Hukum
Dengan demikian, perlindungan anak tidak boleh baru dimulai ketika seorang siswa sudah menjadi korban.
Esensinya justru mencegah anak sampai menjadi korban. Jangan Menghukum Anak karena Kesalahan Orang Dewasa Dalam penanganan kasus ini, sekolah juga harus dijauhkan dari stigma yang berlebihan.
Yang harus diperiksa adalah peristiwa, sistem, tanggung jawab, dan pihak-pihak yang berkaitan dengan temuan tersebut. Siswa tidak boleh ikut menanggung konsekuensi sosial akibat perbuatan orang dewasa.