Dalam teori geografi, tanah mempunyai kemampuan infiltrasi, yaitu proses penyerapan air hujan ke dalamnya.
Curah hujan tinggi dengan durasi yang lama, sementara kemampuan infiltrasi tanah kecil, berpotensi besar bagi terjadinya banjir bandang.
Baca Juga:
Muncul Fenomena di Jawa-Nusa Tenggara, BMKG Keluarkan Peringatan Periode 1-4 Mei 2026
Ada beragam faktor yang memengaruhi kemampuan infiltrasi menurun.
Bisa karena alih fungsi lahan produktif menjadi permukiman, semakin minimnya kawasan hijau yang ditumbuhi pepohonan, atau karena kebijakan pembangunan yang tidak memperhatikan prinsip-prinsip berkelanjutan.
Kita ambil contoh kasus banjir bandang yang melanda Kota Batu, Jawa Timur, pada 4 November 2021, yang menurut pakar kebencanaan UGM, Prof Suratman, disebabkan gangguan ekosistem akibat alih fungsi lahan menjadi permukiman di wilayah itu.
Baca Juga:
Sudah Kemarau Tapi Masih Hujan? Ini Penjelasan BMKG
Peningkatan jumlah penduduk melebihi daya lindung lingkungan serta kemampuan daya serap tanahnya.
Teosentrisme vs Antroposentrisme