Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat bahwa nilai ekspor sektor pertambangan terdiri dari 83,40% ekspor pertambangan batu bara dan lignit.
Kemudian 16,18% ekspor pertambangan bijih logam serta 0,42% ekspor pertambangan dan penggalian lainnya.
Baca Juga:
Kasus Tambang Kukar Makin Terkuak, KPK Sebut Ada Uang Bulanan dari Pengamanan
Berdasarkan angka tersebut terlihat jelas bahwa nilai ekspor batu bara sangat mendominasi dalam sektor pertambangan.
Bahkan batu bara digadang-gadang merupakan komoditas yang memberikan prospek menjanjikan bagi perekonomian negara karena tingginya kontribusi nilai ekspor serta besarnya permintaan dari sejumlah negara pengimpor batu bara.
Baca Juga:
PLN Tegaskan Tak Ada Krisis Batu Bara, 8 Pemasok Siapkan 87 Juta Ton
Kerugian dari Sisi Lingkungan
Perlu diketahui bahwa pertambangan batu bara merupakan salah satu aktivitas yang sangat rentan terhadap kerusakan lingkungan.
Banyaknya pertambangan batu bara praktis akan mengurangi habitat hidup binatang dan tumbuhan karena tempat hidupnya dijadikan daerah pertambangan.