WahanaNews.co | Saat ini, negara-negara di dunia tengah berlomba-lomba memperkuat keamanan negaranya.
Berbagai macam alutsista diproduksi, bahkan dibeli dari negara lain guna memenuhi kebutuhan tersebut.
Baca Juga:
NATO Buka Pintu Normalisasi dengan Rusia, Tapi Ada Syarat
Tidak mau kalah dengan Amerika Serikat (AS), China turut pula produktif dalam hal pengadaan persenjataan baru yang mereka produksi sendiri.
China diketahui mengembangkan senjata sebagai antisipasi terhadap pesawat siluman AS
Pilot F-22 Raptor dan F-35 Joint Strike Fighter perlu lebih berhati-hati setelah ini.
Baca Juga:
Perancis dan Jerman Dorong Kemandirian, tapi Persenjataan NATO Masih Bergantung ke AS
Sebab militer China mengklaim telah berhasil mengembangkan radar anti-siluman yang dapat mendeteksi keberadaan pesawat-pesawat tidak terlihat alias siluman.
Dikembangkan oleh China Electronics Technology Group Corporation (CETC), radar anti-siluman yang disebut "YLC-8E" ini menggunakan teknologi elektro-magnetik untuk mendeteksi posisi pesawat siluman.
CETC menyebut "YLC-8E" sebagai radar intelijen generasi ke-4 dan diklaim mampu mendeteksi pesawat siluman hingga 95 persen.