Para peneliti menyebut kondisi topografi Amerika Selatan bagian timur sebagai salah satu penyebab utama fenomena itu.
Pada Periode Cretaceous sekitar 65 hingga 145 juta tahun lalu, wilayah timur benua itu berada pada elevasi yang lebih tinggi.
Baca Juga:
Warga Israel Tinggal dan Buka Usaha di Bali, Imigrasi Ungkap Fakta Kewarganegaraan Ganda
Dengan kontur yang sangat datar, perubahan kecil pada kemiringan permukaan dapat mengubah arah aliran sungai secara drastis.
"Amazon sangat datar membuat kemiringan dua arah bisa mengubah banyak hal," kata Drew Coleman, pembimbing akademik Mapes.
Penelitian lain yang dipublikasikan pada 2014 memodelkan proses pengangkatan Pegunungan Andes.
Baca Juga:
Cuma Telat 3 Hari, Guru Harus Bikin SIM Baru dari Nol hingga Akhirnya Gugat ke MK
Kenaikan daratan tersebut memengaruhi pola hujan, erosi, dan pembentukan lahan basah Pebas.
Sekitar 10 juta tahun lalu, akumulasi sedimen menyebabkan perubahan elevasi yang akhirnya membalik arah aliran Sungai Amazon.
Perubahan geologi tersebut membentuk sistem sungai yang kini menjadi salah satu elemen terpenting dalam ekosistem dunia.