Para peneliti menyebut kondisi topografi Amerika Selatan bagian timur sebagai salah satu penyebab utama fenomena itu.
Pada Periode Cretaceous sekitar 65 hingga 145 juta tahun lalu, wilayah timur benua itu berada pada elevasi yang lebih tinggi.
Baca Juga:
Bukan Hoaks, Indonesia Catat 23 Kasus Hantavirus Sejak 2024
Dengan kontur yang sangat datar, perubahan kecil pada kemiringan permukaan dapat mengubah arah aliran sungai secara drastis.
"Amazon sangat datar membuat kemiringan dua arah bisa mengubah banyak hal," kata Drew Coleman, pembimbing akademik Mapes.
Penelitian lain yang dipublikasikan pada 2014 memodelkan proses pengangkatan Pegunungan Andes.
Baca Juga:
Siapa Pemilik PT MSE Pelaku Dugaan Jual Beli Solar Subsidi dari Gudang Ilegal ?
Kenaikan daratan tersebut memengaruhi pola hujan, erosi, dan pembentukan lahan basah Pebas.
Sekitar 10 juta tahun lalu, akumulasi sedimen menyebabkan perubahan elevasi yang akhirnya membalik arah aliran Sungai Amazon.
Perubahan geologi tersebut membentuk sistem sungai yang kini menjadi salah satu elemen terpenting dalam ekosistem dunia.