Selanjutnya, hujan meteor Eta-Lyrid diperkirakan aktif dengan puncaknya pada Jumat (8/5/2026) meskipun intensitasnya lebih kecil dibandingkan hujan meteor besar lainnya.
Meski tidak terlalu ramai, fenomena ini tetap memungkinkan pengamat melihat beberapa meteor per jam terutama di lokasi dengan minim polusi cahaya dan kondisi langit yang gelap.
Baca Juga:
Ibam Klaim Diintimidasi, Kejagung Minta Bukti dan Laporan Resmi
Fenomena langka Blue Moon akan terjadi pada Minggu (31/5/2026) yang merujuk pada kemunculan Bulan purnama kedua dalam satu bulan kalender.
Meskipun disebut Blue Moon, Bulan tidak benar-benar berubah warna menjadi biru karena istilah tersebut hanya merupakan penamaan untuk kejadian yang jarang terjadi dalam siklus fase Bulan.
Selain fenomena utama, terdapat pula berbagai peristiwa astronomi lain sepanjang Mei 2026 yang juga menarik untuk diamati oleh para pecinta langit malam.
Baca Juga:
Sadis! Korban Penculikan di Garut Dipaksa Makan Kotoran Ayam
Peristiwa tersebut antara lain fase Bulan perbani akhir pada Sabtu (9/5/2026), posisi terbaik pengamatan gugus bola Messier 5 pada Rabu (13/5/2026), serta momen Bulan mendekati Saturnus di tanggal yang sama.
Kemudian pada Selasa (19/5/2026), Bulan akan tampak berdekatan dengan Venus sekaligus terjadi okultasi terhadap Beta Tauri yang menjadi salah satu fenomena menarik di langit malam.
Berlanjut pada Rabu (20/5/2026), Bulan kembali berdekatan dengan Jupiter dan juga dengan Saturnus yang memberikan peluang pengamatan menarik dalam satu waktu.