Kondisi itu menunjukkan musim kemarau dan menguatnya El Nino tidak otomatis menghentikan hujan di seluruh wilayah Indonesia.
Hujan masih dapat muncul secara lokal apabila dinamika atmosfer mendukung pertemuan massa udara serta pertumbuhan awan.
Baca Juga:
Gempa Dahsyat M 7,1 Hantam Jepang, Mal Meledak dan Ratusan Ribu Warga Mengungsi
Di sisi lain, perkembangan iklim global menurut BMKG masih menunjukkan kondisi yang mendukung berlanjutnya cuaca kering di sebagian besar wilayah Indonesia.
Indeks NiƱo 3.4 dasarian tercatat berada pada angka +2,26, sedangkan Southern Oscillation Index (SOI) mencapai -28,2.
Kedua indikator tersebut menunjukkan El Nino telah berada pada kategori kuat dan masih berpotensi mengalami penguatan.
Baca Juga:
El Nino Kuat Mengancam, BMKG Tetapkan 6 Provinsi Rawan Kebakaran Hutan
El Nino pada umumnya dapat mengurangi pembentukan awan hujan sehingga berpengaruh terhadap penurunan curah hujan di berbagai wilayah Indonesia.
Dampak kondisi tersebut terlihat dalam prakiraan cuaca pada Dasarian I Agustus 2026 yang menunjukkan dominasi curah hujan kategori rendah.
BMKG memperkirakan sekitar 91,43 persen wilayah Indonesia akan mengalami curah hujan kategori rendah pada periode tersebut.