Sementara sekitar 8,57 persen wilayah Indonesia diprakirakan masih mengalami curah hujan kategori menengah.
Tidak terdapat wilayah yang diprakirakan mengalami curah hujan kategori tinggi maupun sangat tinggi pada Dasarian I Agustus 2026.
Baca Juga:
Gempa Dahsyat M 7,1 Hantam Jepang, Mal Meledak dan Ratusan Ribu Warga Mengungsi
"Meskipun demikian, peluang hujan tetap terdapat di sejumlah wilayah Indonesia," kata BMKG dalam prakiraan Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan periode Jumat-Kamis (31/7-6/8/2026).
Peluang hujan tersebut dipengaruhi sejumlah dinamika atmosfer yang masih aktif di sekitar wilayah Indonesia meskipun El Nino berada pada level kuat.
Aktivitas Gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin yang melintasi sebagian Sumatra dan Kalimantan diprakirakan masih mendukung pertumbuhan awan hujan.
Baca Juga:
El Nino Kuat Mengancam, BMKG Tetapkan 6 Provinsi Rawan Kebakaran Hutan
Selain kedua gelombang atmosfer tersebut, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) secara spasial berpotensi memberikan pengaruh terhadap wilayah Indonesia bagian timur.
BMKG juga memantau keberadaan Bibit Siklon Tropis 94W di Samudra Pasifik sebelah utara Papua Barat.
Keberadaan bibit siklon tersebut berpotensi membentuk pola konvergensi dan konfluensi di sekitar Laut Filipina serta sejumlah wilayah di sekitar sirkulasinya.