Tetapi, masih ada sekitar 400 kilometer perjalanan lain yang belum bisa dijelaskan hanya dengan mekanisme alam.
Di titik inilah manusia purba kembali masuk panggung, bukan sebagai figuran, melainkan sebagai pihak yang diduga mengatur pengiriman batu paling niat dalam sejarah.
Baca Juga:
Temuan Fosil 'Hobbit' yang Lebih Mungil di Flores Gegerkan Arkeolog
"Pemodelan kami menunjukkan gletser mungkin telah mengangkut bebatuan sebagian jalan selama Zaman Es terakhir -- berpotensi sejauh Dogger Bank di Laut Utara -- tetapi tidak sampai ke Inggris selatan, yang berarti batu tersebut masih perlu dipindahkan ratusan kilometer oleh manusia," ujar Anthony Clarke dari Curtin University dalam sebuah pernyataan.
Menurut Clarke, bukti yang ada lebih mengarah pada pemindahan yang disengaja dibandingkan sekadar peristiwa alam.
"Alih-alih dibawa secara alami oleh es, bukti menunjukkan pergerakan yang disengaja dan direncanakan dengan cermat melintasi lanskap yang menantang dan beragam," lanjutnya.
Baca Juga:
Studi Terbaru Ungkap: Makanan Manusia Purba Bukan Daging Mammoth
Kesimpulan itu membuat kisah Batu Altar semakin mencengangkan karena Inggris pada masa tersebut belum memiliki bukti adanya otoritas besar yang terpusat dan sangat terorganisir.
Manusia pada masa itu juga belum memiliki peta modern, mesin berat, jalan raya, atau sistem koordinasi secanggih sekarang.
Meski begitu, batu raksasa tersebut diduga tetap bisa dipindahkan melalui operasi bertahap yang membutuhkan perencanaan matang.