Penipu biasanya akan mengirimi kamu tautan dan mencoba meyakinkanmu untuk mengkliknya.
Penipu mungkin menyamarkan tautan phishing tersebut dengan beberapa cara, seperti: Tautan ke produk. Tautan pendaftaran akun. Tautan pembayaran. Begitu kamu meng-klik tautan tersebut, kamu telah menjadi korban phishing.
Baca Juga:
Situs dan Media Sosial Disasar, Judi Online Dikejar hingga TikTok dan Telegram
3. Penipuan yang menyamar sebagai orang lain
Telegram merupakan media yang banyak digunakan penipu untuk melancarkan aksi jahatnya.
Mereka mungkin akan berpura-pura menjadi teman dan menyatakan bahwa mereka sedang dalam masalah.
Baca Juga:
Kasus Pencurian Rel Kereta Api, Anggota DPRD Tebingtinggi Jadi Tersangka
Penipu Telegram juga dapat menyamar sebagai pemerintah, perusahaan, penegak hukum, dan badan terkemuka lainnya. Setelah memulai percakapan, biasanya penipu akan meminta kamu untuk mengirimi uang.
4. Bot Telegram
Telegram mengizinkan pihak ketiga membuat bot, dan Telegram tidak memelihara bot yang bukan miliknya.