Ia menilai aksi seperti ini berpotensi mengganggu iklim usaha dan ekonomi nasional.
“Saya kira fenomena ini agak mengusik karena dengan cap dan stempel apa pun ormas itu kadang-kadang menjadi problem bagi kegiatan dunia usaha,” ujar Muzani di Jakarta.
Baca Juga:
BNPB Perkuat OMC untuk Kurangi Dampak Banjir dan Longsor di Pati, Jepara, hingga Demak
Sikap serupa disampaikan oleh Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara sekaligus juru bicara Presiden.
Ia menekankan bahwa Polri memang sedang gencar memberantas aksi-aksi premanisme, baik yang dilakukan individu maupun kelompok berkedok organisasi masyarakat.
Ketua DPR Puan Maharani bahkan menyarankan pembubaran ormas-ormas yang menunjukkan ciri premanisme.
Baca Juga:
BMKG Deteksi Konvergensi, Hujan Lebat Diprediksi Meluas di Indonesia
“Kami minta pemerintah menindak tegas ormas-ormas yang mengganggu ketertiban, apalagi kemudian meresahkan masyarakat. Ya kalau memang kemudian itu berbau premanisme, ya segera bubarkan,” tegas Puan.
Modus Penyewaan Lahan dan Penarikan Uang
Dari hasil penyelidikan, polisi mengungkap GRIB Jaya memanfaatkan lahan BMKG untuk kegiatan seperti pasar malam hingga kontes burung kicau.