"Kunci dari kebijakan itu terletak pada keseimbangan antara soal negara dapat menghemat tanpa mengorbankan kemampuan pertahanan," kata dia.
Ia menegaskan bahwa efisiensi yang tepat justru dapat memperkuat postur TNI, bukan sebaliknya melemahkan kekuatan pertahanan nasional.
Baca Juga:
KEK Sumatera Jadi Basis Cadangan Minyak, MARTABAT Prabowo-Gibran: Terobosan Strategis Nasional
"Efisiensi yang tepat justru bisa memperkuat postur TNI, bukan melemahkannya," katanya.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan bersama Tentara Nasional Indonesia telah menyiapkan langkah efisiensi penggunaan BBM untuk mengantisipasi dinamika geopolitik global yang berpotensi memengaruhi stabilitas energi.
Langkah tersebut disampaikan Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta.
Baca Juga:
Kolaborasi KKP dan PLN Perkuat Tata Ruang Laut, ALPERKLINAS: Fondasi Kedaulatan Energi Nasional
"Langkah-langkah yang disiapkan mencakup pengaturan penggunaan sumber daya secara lebih efektif dan berbasis prioritas, termasuk dalam operasional alutsista dan mobilitas dinas," kata Rico.
Kebijakan ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya langkah proaktif serta efisiensi nasional dalam menghadapi tantangan global.
[Redaktur: Angelita Lumban Gaol]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.