Putra salah satu pendiri PAN, Amien
Rais, itu tak menjelaskan secara rinci alasannya mundur dari Dewan dan
kepengurusan partai.
Hanafi hanya mengatakan, setelah
kongres PAN pada Februari 2020, ia memiliki harapan PAN bisa menegakkan prinsip
keadilan, menjaga keutuhan, dan kebersamaan kader.
Baca Juga:
DPR Apresiasi Gebrakan Mentan Amran Percepat Swasembada Lewat Oplah dan Cetak Sawah
Hanafi mengaku sudah berupaya
mewujudkan hal tersebut.
Namun,
menurutnya, PAN kini konformis dengan kekuasaan.
"Bukan sikap yang adil di saat
banyak kader dan simpatisan menaruh harapan PAN menjadi antitesis dari pemegang
kekuasaan," tulis Hanafi Rais, dalam surat pengunduran dirinya
ketika itu.
Baca Juga:
Hadapi Penolakan, DPR Klaim Sudah Akomodasi Masukan Masyarakat Soal UU TNI
Kongres PAN pada Februari 2020 lalu, yang digelar di Kendari, Sulawesi Tenggara, diwarnai kericuhan.
Para pendukung Mulfachri Harahap, Calon Ketua Umum yang
disokong Amien Rais, dan Zulkifli Hasan,
berselisih di arena kongres.
Kongres itu kembali memenangkan calon
inkumben, Zulkifli Hasan, sebagai Ketua Umum PAN periode 2020-2025. [qnt]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.