WAHANANEWS.CO, Jakarta - Maraknya balapan liar dan konvoi motor berknalpot bising di penghujung Ramadhan membuat Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mendesak aparat kepolisian meningkatkan patroli di seluruh wilayah DKI Jakarta.
Permintaan tersebut disampaikan Sahroni sebagai respons atas banyaknya keluhan masyarakat terkait aktivitas balapan liar serta konvoi sepeda motor yang dinilai mengganggu ketertiban umum, terutama pada malam hari di bulan Ramadhan.
Baca Juga:
Jam Mewah Richard Mille Rp11,7 Miliar Milik Sahroni yang Dijarah Dikembalikan Warga
“Saya minta Polda Metro Jaya menginstruksikan seluruh Polres di Jakarta agar lebih rutin menggelar patroli dan razia di malam terakhir Ramadhan ini,” kata Sahroni dalam keterangannya di Jakarta, Senin (16/3/2026).
Ia menilai langkah pengawasan yang lebih intensif penting dilakukan untuk menekan aksi balapan liar dan konvoi kendaraan yang kerap menggunakan knalpot brong di jalanan ibu kota.
Permintaan tersebut juga didasarkan pada hasil razia dan patroli yang sebelumnya digelar Polda Metro Jaya pada Minggu (15/3/2026).
Baca Juga:
Saat Dengar Langsung Tuntutan Demo di DPR, Sahroni Ngaku Ngumpet-ngumpet
Dalam kegiatan patroli itu, petugas mengamankan sejumlah remaja yang melakukan konvoi sepeda motor sambil menyalakan petasan di jalan raya sehingga mengganggu ketertiban umum.
Operasi tersebut juga menghasilkan penyitaan puluhan petasan serta berbagai atribut bendera yang dibawa para pelaku konvoi dan balapan liar di sejumlah titik strategis di Jakarta.
“Laporan dari masyarakat makin banyak soal balapan liar, konvoi motor sampai knalpot berisik yang sangat meresahkan,” ujarnya.
Ia menyebut aktivitas tersebut tidak hanya mengganggu ketertiban masyarakat, tetapi juga berdampak pada warga yang tinggal di sekitar jalan raya maupun tempat ibadah.
Menurut Sahroni, banyak masjid yang berada di pinggir jalan terganggu aktivitasnya karena kebisingan dari kendaraan yang melintas dengan knalpot bising.
“Kasihan juga masyarakat dan rumah ibadah, seperti masjid, yang berada persis di pinggir jalan, jadi enggak bisa khusyuk ibadah malamnya,” tuturnya.
Ia menambahkan kondisi tersebut perlu segera ditertibkan karena selain membahayakan keselamatan pengguna jalan, kegiatan itu juga mengganggu suasana ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.
“Apalagi kita sedang masuk sepuluh malam terakhir Ramadhan, di mana banyak umat Muslim menjalankan ibadah malam,” katanya.
Sahroni menilai penggunaan jalan raya untuk balapan liar maupun konvoi sambil menyalakan petasan tidak hanya berbahaya, tetapi juga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Jadi, menurut saya polisi perlu lebih tegas menertibkan, karena aksi seperti ini jelas lebih banyak mudaratnya,” ucap Sahroni.
[Redaktur: Angelita Lumban Gaol]